
GILAAAA… kenapa sih fotonya jadi GEDE DHUAAARR DHUAAARR GINI??? HAH? HAH?? HAHAHAHHAHA.. TULISANNYA JADI IKUTAN GEDEEE!!HAHAHA!!
naon ah!
jadi tanggal … berapa ya? lupa!! ahaha.. saya ikutan seminar topiknya urban related diseases.. jadi intinya adalah penyakit2 yang berhubungan dengan perkotaan. banyak banget lah ya, paling banyak mungkin penyakit respirasi/pernapasan dan jantung pembuluh darah. yang unik menurut saya disini g hanya dibahas mengenai sisi medisnya aja, tapi juga ada ahli sosiologi yang bicara disini. sangat komprehensif. ada tentang penyakit infeksi, anak, jiwa, dan kandungan. tapi yang paling menarik adalah yang jiwa, menurut saya. walaupun yang lainnya juga menarik, tapi yang dari aspek jiwa sangat menggugah hati saya. jadi saya mungkin akan membahas sedikit dan singkattentang hal ini.
jadi dari yang saya tangkap saat itu (minus berkurangnya ingatan karena udah lewat beberapa hari), sekarang ini jarang sekali ada kota yang bener2 kota, dan desa yang bener2 desa, karena udah ada percampuran natra bidaya desa dan kota, juga orang kota dan orang desa. desa diibaratkan sebagai masa lalu yang indah. dan kota selalu diibaratkan sebagai masa depan yang tidak tentu. beberapa ciri perkotaan adalah stres dan emosi yang tinggi, tidak adanya hubungan yang dekat antar sesama. kota menjadi tempat dimana orang mengadu nasib, karena dipersepsikan sebagai suatu masa depan, suatu tempat menggapai harapan. karena tingkat emosinya yng tinggi, makanya pulang kampung menjadi hal yang menyehatkan karena desa adalah sebuah masalalu yang akan tetap ada, tidak akan berubah, dan akan tetap selalu dipersepsikan sebagai hal yang indah.
banyak fenomena kejiwaan yang dapat dialami di daerah perkotaan. depresi adalah penyesalan dan ketakutan akan masa lalu, sedangkan ansietas adalah kecemasan akan masa depan. masyarakat perkotaan dapat mengalami salah satunya, keduanya, atau tidak sama sekali. itu mungkin. karena mereka dihadapkan pada masa depan yang selalu berubah dan masa lalu yang tidak bisa berubah.
fenomena lainnya adalah hiperrealism. untuk konsep ini saya terus terang sangat tertarik, tapi saya belum sempat mendalaminya. tapi sejauh yang saya bisa tangkap adalah, masyarakat perkotaan senantiasa menerima banyak informasi disertai kebingungan untuk meresponsnya. banyaknya input membuat kita bingung mana yang harus direspons mana yang tidak. misalnya booming crocs membuat sepatu kurcaci itu menjadi trend dan membuat orang merasa harus membelinya demi gengsi*, dan lagi-lagi menjadi keharusan. beberapa anak muda menjadi stres karena tidak bisa membeli crocs, beberapa berakhir dengan bunuh diri lagi-lagi karena tidak bisa memiliki crocs. input-input semacam ini banyak sekali macamnya. mungkin anda mempunyai contohnya masing-masing.
program televisi juga berperan dalam hal ini. reality show yang merupakan pertunjukan yang sangat tidak nyata banyak dipertontonkan, dimana semua kejadian dalam hidup menjadi serba mendadak, kebetulan, dan tiba-tiba. tiba-tiba da yang datang melunasi hutang. kebetulan bisa bertemu orang yang dicintai, mendadak da orang yang mau memberikan hadiah/ membetulkan rumah dengan gratis. ini membuat paradigma beberapa orang terhadap hidup menjadi serba mendadak, kebetulan, dan tiba-tiba. sehingga menimbulkan angan-angan dalam hidup yang dilatarbelakangi oleh suatu kebetulan, ketibatibaan, dan kemendadakan. persepsi menjadi berubah begitu pula eksistensinya.
untuk bisa mengadapi semua itu, kita butuh perkumpulan orang untuk saling menjaga diri kita, menjaga budaya kita, cerdas dalam memilah-milah informasi.
hidup diperkotaan tidak buruk, asal kita dapat dengan tepat menerima informasi dan meresponsnya.
sekian, kayaknya tulisan aku superduper g beraturan dan aneh bin ajaib dan sepertinya makin g nyambung!! hehehee.. maklum udah hampir jam 2..
selamat malam!
————————————————————————————————
* saya punya sihhh, tapi bukan karena gengsi tapi hadiah dari mama. hehehe..